Rabu, 21 Maret 2012

MANAJEMEN DEMOKRATIS

1. Manajemen Demokratis
Manajemen demokratis memposisikan manajer, staf, dan pemangku kepentingan pada posisi yang “setingkat”. Manajer mengemukakan kebijakan kelembagaan secara terbuka dan transparan. Staf menjabarkan dan mengimplementasikan kebijakan manajer secara terukur. Pemangku kepentingan menerima layanan manajer dan staf secara cepat, jelas, dan terukur. Pada sisi lain, manajer, staf, dan pemangku kepentingan dapat saling melakukan refleksi, evaluasi, dan koreksi kebijakan, jabaran kebijakan, penerimaan kualitas layanan suatu lembaga.
Manajemen demokratis sebagaimana tergambar pada paparan di atas sangat mudah diwujudkan melalui komunikasi manajemen kelembagaan berbasis web—yang jika dilakukan dalam komunikasi konvensional, yakni komunikasi langsung dan bersemuka banyak menemui kendala. contohnya : kasus, via web um.ac.id rubrik Suara Kita dan Berkarya, kedudukan penulis sama, apa pun kedudukan mereka: Dekan, Ketua Divisi Perangkat Lunak TIK, Kabag Kemahasiswaan, Kabag Pendidikan dan Evaluasi, Kasubbag Registrasi dan Statistik, mahasiswa, alumni, dan masyarakat umum.
Dengan enaknya, mahasiswa “mengeluhkan” layanan yang mereka peroleh selama ini; dengan cerdasnya seorang Kasubbag mengkritik kritikan seorang Dekan atas tulisan yang dimuat dua kali dengan judul yang sama; dengan cepat, jelas, dan akurat seorang Kabag Kemahasiswaan menanggapi keluhan anggota ormawa atau mahasiswa tentang keormawaan dan beasiswa; dan dengan sangat tenang seorang Ketua Divisi Perangkat Lunak menanggapi pertanyaan, komentar, dan kritikan dengan data-data faktual dan paparan yang konseptual.
“Berargumentasi yang cerdas”, kata pakar komunikasi. “Kata-kata dilawan dengan kata-kata, bukan adu jotos”, ungkap wartawan. “Fakta tunggal bisa memiliki kebenaran persepsional ganda”, kata pakar penelitian kualitatif. Biarkan kebenaran yang sebenarnya ditafsirkan, diterima, dan diinternalisasi oleh para pembaca.
Hanya sayang, belum semua unsur dan unit kelembagaan UM tercinta ini memanfaatkan web ini untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas demokrasi manajerialnya. Sejumlah pertanyaan, komentar, dan keluhan lambat ditanggapi, bahkan tidak ditanggapi sampai tulisan ini di-“posting” dalam situs ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

silahkan komentar